How to Update Printer Driver in Computer

Printer driver in computer can be quite a hassle for a lot of people. Most issues that occur with printer driver are either outdated or corrupt drivers. These issues may affect your computer performance and give you a lot of headaches. Updating drivers is basically the only way to solve these problems. It can fix bug, improve stability, and add new features and capabilities. If you are updating your operating system or experiencing some printing error, updating printer drivers may solve your problems. Here is the way to find out an outdated printer and how to download the latest printer driver on Windows 7.

First of all you need to detect an outdated printer driver in computer. Click “Start”, type “Devices and Printer” in the search box and press enter. A window should appear and show all the available printer on the system. Find any printer icon with yellow exclamation point on it. The yellow exclamation means you need to update your driver immediately. For some devices, if the printer drivers are outdated, the icon of the printer may disappear completely. But even if you don’t find any error or notice from Windows, you can still download new drivers to fix some bugs that you will probably encounter.

To update you printer drivers, first you have to check your printer model. The name and the number are usually attached to the printer or you can find it on “Devices and Printers” windows. After ensuring your printer model, go to its manufacturer’s website and browse you devices model by typing its name and number in the search bar. Before downloading the drivers, select the operating system of your computer. Downloading printer drivers that are not compatible for your operating system is a waste of time. After you finish downloading, run the installer to install the printer driver in computer. Some cases may require a reboot, but it is shouldn’t be a problem. After the reboot, your devices should work properly.

EMPAT TEKNOLOGI UNTUK MENCARI JEJAK DIBAWAH LAUT

Operasi SAR jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 memasuki hari kesembilan, tetapi upaya evakuasi masih terkendala cuaca. Bukan hanya jalan menemukan keberadaan para penumpang yang sebagian besar belum ditemukan, menemukan potongan besar pesawat, termasuk kotak hitam, juga masih menjadi tantangan berat.

Perairan Laut Jawa dekat Selat Karimata, lokasi serpihan pesawat dan sebagian tubuh jenazah, sebenarnya tergolong tak terlalu dalam, berkisar 30-40 meter. Namun, kondisi dasar laut yang berupa material lempung, lumpur, dan pasir halus menambah persoalan pencarian. Cuaca buruk dengan arus kencang membuat kondisi air keruh.

Tak heran jika puluhan penyelam dengan kualifikasi tempur sekalipun tak mampu beraksi, kecuali menunggu badai reda. Begitu pula alat-alat canggih buatan manusia, yang kesulitan dioperasikan, baik menurunkannya ke perairan maupun tantangan bertahan dari arus kencang dan gelombang tinggi.

Hingga kini, setidaknya ada empat alat yang banyak disebut-sebut dibawa sejumlah kapal dengan kategori canggih, setidaknya pada era sekarang ini.

Alat pertama yang diandalkan adalah multibeam echosounder. Alat itu akan mendeteksi kedalaman laut berdasarkan gelombang suara. Sinyal balik gelombang suara akan dianalisis untuk memastikan kedalaman laut. Kontur umum Laut Jawa adalah datar karena itu disebut dataran Sunda.

Jika multibeam echosounder mendeteksi gundukan atau sesuatu yang lebih menonjol dibandingkan sekitarnya, gundukan itu akan dideteksi sebagai titik dengan kedalaman lebih rendah. Selanjutnya tempat-tempat yang dicurigai sebagai gundukan itu akan disisir ulang.

Alat kedua yang digunakan adalah magnetometer. Alat ini mendeteksi benda-benda logam. Oleh karena yang dicari adalah bangkai pesawat, termasuk posisi kotak hitam, alat ini diandalkan untuk mendeteksi benda-benda logam itu.

Jika citra menonjol tersebut dipastikan logam, diturunkan alat lain bernama side scan sonar. Alat ini untuk mendeteksi gambar dua dimensi tersebut. Hasilnya mirip fotokopi hitam putih atau ultrasonografi (USG) pada pemeriksaan kehamilan.

Jika pemindaian sonar meyakini bahwa benda menonjol di dalam laut bangkai pesawat, langkah terakhir adalah menurunkan wahana khusus dengan kamera bawah laut, yakni remote operated vehicle (ROV).

 

sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/01/empat-teknologi-untuk-melacak-jejak-di-dasar-laut